Rabu, 02 Maret 2016

Mengingat Hari Kemarin


Selalu ada hal yang dapat disyukuri. Ini benar jika kita mau untuk fokus kepada apa yang kita miliki, seperti yang sudah pernah kutulis pada artikel sebelumnya. Kali ini aku masih akan bercerita soal pria baru itu. Setelah pertemuan terakhir itu, kami sudah jarang berkomunikasi, dia sibuk skripsi sedangkan aku sibuk menanti kabar darinya. Mungkin karena aku masih menganggap dia memiliki perasaan kepadaku hanya saja dia masih belum yakin dan ingin menyelesaikan pendidikannya dahulu. Satu minggu berlalu. Begitu berbeda dari minggu sebelumnya yang terasa lebih berwarna. Aku tetap BERSYUKUR karena aku menyadari betapa aku pernah begitu berbahagia kala itu. 

Kemarin aku sudah tidak tahan dengan keheningan. Aku lelah menerka-nerka apa yang dia rasakan dan pikirkan. Seandainya mengutarakan apa yang kita rasakan itu mudah, pasti tidak akan ada kesalahpahaman yang menjembatani hubungan antar manusia. Aku memberanikan diri bertanya kepadanya, apakah arti aku dalam hidupnya, sekedar teman kah atau dia menganggap aku sebagai wanita yang sedang dekat dengannya. Dia menganggap aku sebagai temannya. Dan setelah satu minggu yang menyenangkan itu, dia minta kami berteman seperti saat kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Masih bisakah aku bersyukur? Masih. Karena aku yakin Tuhan akan mengganti dia dengan yang lebih baik, maka aku BERSYUKUR Tuhan pernah mengenalkan aku dengan dia yang sudah sangat baik kepadaku walau hanya sekejap.

Mungkin Tuhan ingin membelikan aku boneka panda, tapi karna Tuhan tidak bisa muncul dalam wujud manusia lalu menghilang secara misterius maka Tuhan mengirimkan hadiahnya melalui si pria baru khusus untukku. Aku berterimakasih kepada Tuhan, karena caranya yang indah walaupun hanya satu minggu, setidaknya aku ingat aku pernah berbahagia. Aku BERSYUKUR.

God Bless :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar